EMOSI DAN SUASANA HATI

Dalam menjalankan sebuah roda organisasi, tidak dapat lepas dari Perilaku Organisasi yang mengatur tindakan seseorang yang barada dalam organisasi tersebut. Salah satu yang menjadi pusat dari perhatian dari perilaku organisasi adalah Emosi dan Suasana hati. Daniel Goleman (2002 : 411) mengtakan bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Dalam realitanya sering kita jumpai bahwa Emosi dan Suasana hati memiliki dampak yang besar dalam kinerja seseorang. Dampak Emosi pada teorinya akan berakhir dengan sebuah tindakan, baik itu tindakan positif maupun tindakan negatif. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan cara seseorang dalam mengelola tingkat Emosinya.

Banyak orang meyakini bahwa segala jenis emosi bersifat mengganggu dan berkonotasi negatif khususnya kemarahan yang dapat mengganggu kinerja karyawan untuk bekerja lebih efektif. Sangat jarang yang memandang emosi dari sisi positifnya dalam peningkatan kinerja karyawan seperti motivasi kerja. Padahal, sebuah organisasi yang berjalan baik adalah organisasi yang mampu mengendalikan rasa frustasi, takut, marah, benci, gembira, dan sebagainya. Emosi-emosi tersebut adalah antithesis dari rasionalitas. Beberapa emosi, terutama bila ditampilkan pada saat yang salah, dapat mengurangi kinerja karyawan dalam sebuah organisasi perusahaan. Namun ada saat tertentu dimana Emosi dalam sebuah organisasi diperlukan untuk memotivasi seseorang bekerja lebih baik.

Dalam mendeteksi Emosi dan suasana hati seseorang dalam sebuah organisasi, Kecerdasan emosional lebih dititikberatkan kepada seorang leader atau pemimpin dalam organisasi tersebut. Dimana seorang pemimpin harus mampu mendeteksi Emosi dan Suasana hati anggotanya agar kondisi tersebut tidak berakhir dengan tindakan yang negatif. Namun, bukan berarti hanya seorang pemimpin yang harus mampu memainkan peran Kecerdasan Emosionalnya, namun indivudu pun begitu. Kemampuan seorang individu dalam mengelola Emosi kadang dapat bersifat alami dikarenakan lingkungan tempat ia berada. Karena lingkungan dapat menjadi salah satu komponen pengendali emosi yang ber

Sering kali orang beranggapan bahwa Emosi dan Suasana hati adalah dua hal yang sama. Walaupun keduanya saling mempengaruhi namun terdapat perbedaan yang mendasar, contohnya penyebab dari keduanya. Emosi biasanya disebabkan hal-hal yang lebih spesifik  dan jelas sedangkan Suasana hati penyebabkan lebih bersifat umum dan kadang tidak jelas yang menurut beberapa penelitian, Suasana hati kadang disebabkan waktu tidur, kurangnya olahraga, cuaca dll. Emosi dan suasana hati juga berbeda dalam durasinya, Emosi kadang hanya sesaat berbeda dengan suasana hati yang cenderung lebih lama dan kadang hingga berhari-hari. Emosi juga terlihat jelas dari ekspresi seseorang namun Suasana hati kadang tidak nampak dari ekspresi wajah.

Advertisements